Saturday, January 14, 2017

Komputer Forensik: Melacak Kejahatan Digital

Kelompok 7:
Annisa Mutia
Fitriani Lestari
Riska Maharani Putri
Tiarawati MJ
Triani Oktavia
----------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------
Kategori(Sub)            : Komputer (Internet)
ISBN                           : 978-979-29-5297-1
Penulis                        : Feri Sulianta
Judul                           : Komputer Forensik: Melacak Kejahatan Digital
Ukuran⁄Halaman         : 14x21 cm² ⁄ viii+280 halaman
Edisi⁄Cetakan             : I, 1st Published
Tahun Terbit               : 2016
Berat                           : 317 gram
Harga                          : Rp 65.000,-


Rangkuman Bab 7 & Bab 8
Pelatihan profesi yang dikenal dengan Seized Computer Evidence Recovery Specialist (SCERS). SCERS adalah program training yang diadakan oleh The Federal Law Enforcement Training Centers (FLETC) mengajarkan dasar dan teknik komputer forensik untuk menganalisisdata digital pada komputer desktop dan perangkat komputer tertentu
Training material yang dipelajari mencakup berbagai macam hardware, software, peralatan lain termasuk buku. Berbagai software utilitas komputer forensik orisinal diberikan perangkat lunak yang kompatibel dengan sistem operasi populer.
Training bisa dilakukan secara online, banyak pengetahuan yang bisa didapatkan melalui internet. Beberapa website training online komputer forensik populer yang dapat dieksplorasi diantaranya:
·         Website NTI – Computer Forensics and Security Training
·         Website NWC3 (National White Collar Crime Center)
·         Website SANS Institute – Training by Course
·         Website InfoSec Institute
·         Website MIS – Training Institute
·         Website Foundstone
·         Website Computer Forensics – Training
·         Website Computer Forensics Training Center Online

Thursday, January 12, 2017

AUDIT TOOLS

ditulis sebagai jawaban V-Class matakuliah Analisis Kinerja Sistem

Selain Cobit tools yang dapat digunakan untuk membantu pelaksanaan Audit Teknologi Informasi, berikut beberapa software yang dapat dijadikan alat bantu dalam pelaksanaan audit teknologi informasi
1.      ACL
ACL (Audit Command Language) merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) yang sudah sangat populer untuk melakukan analisa terhadap data dari berbagai macam sumber. ACL for Windows (sering disebut ACL) adalah sebuah software TABK (TEKNIK AUDIT BERBASIS KOMPUTER) untuk membantu auditor dalam melakukan pemeriksaan di lingkungan sistem informasi berbasis komputer atau Pemrosesan Data Elektronik.
2.      Picalo
Picalo merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) seperti halnya ACL yang dapat dipergunakan untuk menganalisa data dari berbagai macam sumber.Picalo bekerja dengan menggunakan GUI Front end, dan memiliki banyak fitur untuk ETL sebagai proses utama dalam mengekstrak dan membuka data, kelebihan utamanya adalah fleksibilitas dan front end yang baik hingga Librari Python numerik.
3.      Powertech Compliance Assessment
Powertech Compliance Assessment merupakan automated audit tool yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark user access to data, public authority to libraries, user security, system security, system auditing dan administrator rights (special authority) sebuah serverAS/400.
4.      Nipper
Nipper merupakan audit automation software yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark konfigurasi sebuah router.
Nipper (Jaringan Infrastruktur Parser) adalah alat berbasis open source untuk membantu profesional TI dalam mengaudit, konfigurasi dan mengelolajaringan komputer dan perangkat jaringan infrastruktur. 
5.      Wireshark

Wireshark merupakan aplikasi analisa netwrok protokol paling digunakan di dunia, Wireshark bisa mengcapture data dan secara interaktif menelusuri lalu lintas yang berjalan pada jaringan komputer, berstandartkan de facto dibanyak industri dan lembaga pendidikan.

Control Objective for Information and related Technology (COBIT)

ditulis sebagai jawaban V-Class matakuliah Analisis Kinerja Sistem.

COBIT merupakan kerangka panduan tata kelola TI (toolset) pendukung yang bisa digunakan untuk menjembatani gap antara kebutuhan dan bagaimana teknis pelaksanaan pemenuhan kebutuhan tersebut dalam suatu organisasi. Cobit berorientasi proses, yang mana secara praktis Cobit dijadikan suatu standar panduan untuk membantu mengelola suatu organisasi mencapai tujuannya dengan memanfaatkan TI. Cobit dikeluarkan dan disusun oleh IT Governance Institute yang merupakan bagian dari ISACA pada tahun 1996.
COBIT bermanfaat bagi manajemen untuk membantu menyeimbangkan antara resiko dan investasi pengendalian dalam sebuah lingkungan IT yang sering tidak dapat diprediksi. Bagi user, ini menjadi sangat berguna untuk memperoleh keyakinan atas layanan keamanan dan pengendalian IT yang disediakan oleh pihak internal atau pihak ketiga. Sedangkan bagi Auditor untuk mendukung atau memperkuat opini yang dihasilkan dan memberikan saran kepada manajemen atas pengendalian internal yang ada. Untuk memenuhi tujuan bisnis, informasi perlu memenuhi kriteria tertentu, adapun 7 kriteria informasi yang menjadi perhatian COBIT, yaitu sebagai berikut:
·         Effectiveness (Efektivitas). Informasi yang diperoleh harus relevan dan berkaitan dengan proses bisnis, konsisten dapat dipercaya, dan tepat waktu.
·         Effeciency (Efisiensi). Penyediaan informasi melalui penggunaan sumber daya (yang paling produktif dan ekonomis) yang optimal.
·         Confidentially (Kerahasiaan). Berkaitan dengan proteksi pada informasi penting dari pihak-pihak yang tidak memiliki hak otorisasi/tidak berwenang.
·         Intergrity (Integritas). Berkaitan dengan keakuratan dan kelengkapan data/informasi dan tingkat validitas yang sesuai dengan ekspetasi dan nilai bisnis.
·         Availability (Ketersediaan). Fokus terhadap ketersediaan data/informasi ketika diperlukan dalam proses bisnis, baik sekarang maupun dimasa yang akan datang. Ini juga terkait dengan pengamanan atas sumber daya yang diperlukan dan terkait.
·         Compliance (Kepatuhan). Pemenuhan data/informasi yang sesuai dengan ketentuan hukum, peraturan, dan rencana perjanjian/kontrak untuk proses bisnis.
·         Reliability (Handal). Fokus pada pemberian informasi yang tepat bagi manajemen untuk mengoperasikan perusahaan dan pemenuhan kewajiban mereka untuk membuat laporan keuangan.
Berdasarkan IT Governance Institute (2012), Framework COBIT disusun dengan karakteristik yang berfokus pada bisnis (bussiness focused). Pada edisi keempatnya ini, COBIT Framework terdiri dari 34 high level control objectives dan kemudian mengelompokan proses tersebut menjadi 4 domain, keempat domain tersebut antara lain: Plannig and Organization, Acquisition and Implementation, Delivery and Support, dan Monitoring and Evaluation:
·         Planing and Organization (Perencanaan dan Organisasi). Mencakup strategi, taktik dan identifikasi kontribusi terbaik TI demi pencapaian tujuan organisasi.
·         Acquire and Implement (Pengadaan dan Implementasi). Untuk merealisasikan strategi TI, perlu dilakukan pengidentifikasian, pengembangan dan perolehan solusi TI, sesuai dengan yang akan diimplementasikan dan diintegrasikan ke dalam proses bisnis. 
·         Delivery and Support (Pengiriman Layanan dan Dukungan). Domain ini fokus terhadap penyampaian jasa yang sesungguhnya diperlukan, termasuk penyediaan layanan, manajemen keamanan dan kontinuitasnya, jasa dukungan kepada user dan manajemen data dan fasilitas operasi. 

Referensi :


Monday, October 17, 2016

BIOGRAFI AKIO MORITA

TUGAS 2 TELEMATIKA
RISKA MAHARANI PUTRI
17113796
4KA11


Tokoh satu ini dikenal sebagai pendiri perusahaan Sony yang merupakan perusahaan elektronik terkemuka di Dunia. Ia lahir pada tanggal 26 Januari 1921, di kota Nagoya, dari sebuah keluarga pembuat sake (bir khas jepang). Setelah lulus dari Sekolah Tinggi, ia memasuki Departemen Fisika di Osaka Imperial University.
Ketika ia kembali ke rumah keluarga di Nagoya setelah perang, Akio Morita diundang untuk bergabung dengan fakultas Tokyo Institute of Technology oleh salah satu profesor. Berdirinya Perusahaan Sony
Pada tanggal 7 Mei 1946, Ibuka dan Morita mendirikan Tokyo Tsushin Kogyo KK (Tokyo Telecommunications Engineering Corporation) dengan sekitar 20 karyawan dan modal awal 190.000 ¥. Pada waktu itu, Ibuka telah berumur 38 tahun dan Morita 25 tahun.

Jenis dan Fitur Telematika



TUGAS 2 TELEMATIKA
RISKA MAHARANI PUTRI
17113796
4KA11

JENIS-JENIS LAYANAN TELEMATIKA
1.      Layanan Telematika di Bidang Informasi
Wartel dan Warnet memainkan peranan penting dalam masyarakat. Warung Telekomunikasi dan Warung Internet ini secara berkelanjutan memperluas jangkauan pelayanan telepon dan internet, baik di daerah kota maupun di desa, bagi pelanggan yang tidak memiliki akses sendiri di tempat tinggal atau di tempat kerjanya. Oleh karena itu langkah-langkah lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan jangkauan dan kandungan informasi pelayanan publik, memperluas pelayanan kesehatan dan pendidikan, mengembangkan sentra – sentra pelayanan masyarakat perkotaan dan pedesaan, serta menyediakan layanan “e-commerce” bagi usaha kecil dan menengah, sangat diperlukan. Dengan demikian akan terbentuk balai – balai informasi. Untuk melayani lokasi – lokasi yang tidak terjangkau oleh masyarakat.
2.      Layanan Telematika dibidang Keamanan
Layanan ini menyediakan fasilitas untuk memantau dan memberikan informasi bila ada sesuatu yang berjalan tidak seharusnya. Layanan ini dapat mengurangi tingkat pencurian dan kejahatan. Seperti contohnya dengan menggunakan Firewall dan juga anti virus yang ada.
a.       navigation assistant
b.      weather,stock information
c.       entertainment and M-commerce.
d.      penggunaan Firewall dan Antivirus
e.       Layanan Context Aware dan Event-Based
Context-awareness adalah kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user.
3.      Layanan Perbaikan Sumber
Layanan perbaikan sumber yang dimaksud adalah layanan perbaikan dalam sumber daya manusia (SDM). SDM telematika adalah orang yang melakukan aktivitas yang berhubungan dengan telekomunikasi, media, dan informatika sebagai pengelola, pengembang, pendidik, dan pengguna di lingkungan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat pada umumnya.