Wednesday, June 29, 2016

Kebahagiaan Martabak

Cerita ini ditulis berdasarkan pengalaman teman saya yang diceritakan beberapa bulan lalu dan ditulis untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia 2.


Malam itu udara Bogor dingin sekali, di perjalanan pulang menuju rumah saya, ada satu gerobak yang masih terang benderang, menyala, dengan mas-mas kece yang kemudian saya ketahui bernama Mukhlis, si Empunya Gerobak. dari kejauhan saya tau bahwa dia menjual martabak, kenapa? karna ada Tulisan MARTABAK, tertera dengan ukuran besar di bagian luar Gerobaknya.
Perlu anda ketahui bahwa saya agak sok akrab dengan siapapun, termasuk dengan mas Mukhlis yang saat itu belum saya kenal, saya memarkir motor saya di depan Gerobaknya dan kemudian bertanya dengan lemah lembut padanya, "belum habis kan mas?"
Dia menjawab dengan gaya yang lebih lemah dan lembut "masih mas". Sungguh kaget bukan main, Badannya Tegap, Tinggi Menjulang, tapi timbre suaranya seperti Syahrini. Dunia ini memang penuh sandiwara. Ternyata dia tidak sesangar dada bidangnya, dari situlah kemudian saya mulai berani untuk bertanya lebih jauh dan mengenalnya.
"buka sampai jam berapa mas?" tanya saya
"sampai jam 11 mas" jawaban yang dingin

Sunday, May 29, 2016

Total Success : Jangan Mau Jadi Orang Biasa Jika Bisa Jadi Luar Biasa

JUDUL BUKU           : Total Success
PENULIS                   : Abu Mufidah & J. Hariyadi
PENERBIT                 : QultumMedia
TEBAL BUKU          : 264 Halaman
DIMENSI BUKU      : 14x21 cm
HARGA                     : Rp. 74.000,-


Menjadi sukses adalah impian setiap orang. Memiliki harapan dan impian merupakan hal yang wajar dan dapat membuat semangat untuk menjalani kehidupan. Tapi tahukah Anda bagaimana mewujudkannya?
Buku ini mengajak pembaca untuk mengenali diri sendiri dan memikirkan nasib atau masa depan kita sebagai manusia yang ditakdirkan untuk menjadi seorang pemimpin. Pilihan kitalah yang menentukan masa depan. Ada tiga bagian penting yang akan dibahas dan semuanya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Bagian pertama pembaca akan diajak mengubah cara pandang hidup yang selama ini membuat kita terbelenggu. Cara berpikir yang positif, terbuka dan mau menerima kritik atau masukan dari orang lain akan membantu menambah wawasan berpikir. Oleh debab itu, kita perlu belajar cara mengubah pandangan hidup dari sisi yang positif.
Bagian kedua, pembaca akan diajak untuk mengenali diri sendiri. Bagaimana mungkin kita bisa maju jika tidak mengenal diri sendiri dan tidak memiliki kemampuan yang bisa diandalkan? Kita harus memiliki senjata dalam mengarungi kehidupan. Senjata itu tersimpan dalam diri kita sendiri, sehingga bisa memanfaatkan sebagian pegangan dalam meraih kesuksesan hidup.

Bagian ketiga dalam buku ini akan mengajak pembaca untuk berbuat sesuatu dalam mewujudkan apa yang menjadi harapan dan impian hidup. Bermimpi saja tidak cukup, harus dilakukan aksi. Lakukan sesuatu yang dapat mengubah diri kita. Buku ini sangat membantu dalam mengembangkan dan memotivasi diri.

Nyai Ratu Kidul Hanya Rekayasa Politik

Judul                           : Nyai Ratu Kidul Hanya Rekayasa Politik
Bahasa                         : Indonesia
Penulis                         : Subagyo
Jumlah halaman          : 162 halaman



Nyai Ratu Kidul dipercaya dan diyakini keberadaannya, bahkan dipuja oleh masyarakat Jawa. Sumber otentik munculnya kisah Nyai Ratu Kidul berasal dari Keraton Jogjakarta. Hal itu dapat dimengerti, sebab kemunculan tokoh yang dipercaya sebagai Ratu penguasa Samudera Hindia atau Laut Kidul itu ternyata berkaitan dengan perjalanan spiritual Panembahan Senopati Sutowijoyo, raja Mataram Islam yang pertama. Ada beberapa penyebutan, untuk menyebut nama penguasa Laut Selatan Pulau Jawa (Samudera Hindia) yang dipercaya oleh masyarakat Jawa.  Nyi Roro Kidul, Nyai Roro Kidul, Nyi Loro Kidul, Nyai Loro Kidul, Nyi Ratu Kidul atau Nyai Ratu Kidul.

Thursday, April 21, 2016

PEMILIH PEMULA DALAM PILKADA

TUGAS 2
BAHASA INDONESIA 2
RISKA MAHARANI PUTRI
17113796
3KA11


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Pemilihan umum (Pemilu) adalah salah satu cara dalam sistem demokrasi untuk memilih wakil rakyat yang akan duduk di lembaga perwakilan rakyat. Selain itu pemilu merupakan bentuk pemenuhan hak asasi warga negara dibidang politik. Setiap wilayah memerlukan sosok pemimpin guna mewakili masyarakat dikawasannya. Calon pemimpin dipilih dengan berbagai kriteria, salah satunya mampu memajukan dan mensejahterakan rakyatnya. Adapun pemilihan kepala daerah (Pilkada) meliputi: Pemilihan Gubernur untuk tingkat Provinsi, pemilihan Walikota untuk tingkat Kota, dan pemilihan Bupati untuk tingkat Kabupaten. Proses pemilihan kepala daerah (pilkada) diselenggarakan 5 tahun sekali, dan dipilih secara langsung oleh masyarakat. Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan ritual politik 5 tahunan di Indonesia. Bentuknya bisa berupa pemilihan presiden, anggota legislatif -- DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Juga wali kota, bupati, hingga gubernur.
Dari pelaksanaan agenda rutin ini, selalu saja yang menjadi pokok persoalan, sebelum hingga usai pelaksanaan, yakni Daftar Pemilih Tetap (DPT). Meski pemilih hanya dijadikan objek bukan subjek, namun keberadaan mereka sangatlah penting dalam setiap pemilu. Maka sangat wajar jika keputusan mengenai DPT selalu berlarut-larut. Bahkan usai pe milihan pun, DPT tetap saja dijadikan salah satu dasar pengajuan gugatan dari para calon yang kalah.
Sudah diketahui para pemilih yang merupakan warga negara berusia 17 tahun pada hari pemungutan suara atau sudah menikah serta tidak kehilangan hak pi lih. Karena itu, para calon pemimpin di daerah maupun di pusat, berlomba-lomba agar para pemilih potensial yang mereka miliki masuk dalam DPT. Dari pemilih tersebut, salah satu yang cukup signifikan yakni pemilih pemula atau para pemilih yang baru pertama kali mengikuti seremoni pemilihan 5 tahunan tersebut. Jika merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), diperkirakan angka pemilih pemula pada 2014 kemarin adalah mencapai 15 persen dari total pemilih.Karena itu,para calon berlomba-lomba berusaha merebut simpati para pemilih pemula.
Pemilih pemula usia SMA memang menjadi segmen yang unik, seringkali muncul kejutan dan menjadi kuantitas. Sebenarnya pemilih pemula bisa ditempatkan sebagai swing voters yang sesungguhnya. [emilih politik mereka belim dipengaruhi motivasi ideologis tertentu dan lebih didorong oleh konteks dinamika lingkungan politik lokal. Pemilih pemuda mudah dipengaruhi kepentingan-kepentingan tertentu, terutama oleh orang terdekat seperti anggota keluarga, mulai dari orang tua hingga kerabat. Kondisi tersebut tampak jika merunut perilaku pemilih pemula pada beberapa penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada). Hasil jajak pendapat pasca-pemungutan suara pada Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta (8 Agustus 2007), menunjukkan orangtua adalah yang paling memengaruhi pilihan para pemilih pemula. Teman dan saudara juga ikut memengaruhi namun dengan persentase yang lebih kecil (Litbang Kompas, 2007)

1.2  RUMUSAN MASALAH
Maka masalah pokok dapat dijabarkan menjadi masalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana proses sosialisasi pemilukada yang diselenggarakan KPU Provinsi DKI Jakarta kepada pemilih pemula?
2.      Hal apa yang dilakukan KPU dalam menghadapi pemilih pemula?

Wednesday, March 16, 2016

KANTONG PLASTIK, LINGKUNGAN dan PEMERINTAH



TUGAS BAHASA INDONESIA 2
RISKA MAHARANI PUTRI
17113796
3KA11


Indonesia punya kebijakan baru. Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional setiap tanggal 21 Februari, pemerintah mengeluarkan kebijakan melalui Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor S.1230/PSLB3-PS/2016 Perihal Harga dan Mekanisme Penerapan Kantong Plastik Berbayar, berisi tentang ketentuan konsumen harus membayar Rp. 200,- termasuk PPN untuk setiap kantong plastik yang digunakan untuk membawa belanjaan dari toko modern, tapi ada beberapa kota yang masang tarif lebih, Jakarta misalnya memasang harga 5.000 rupiah per kantong plastik. Di Balikpapan, harganya 1.500 rupiah per kantong plastik.. Hal ini diberlakukan karena menurut data yang telah didapat dan diolah Indonesia adalah penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah China. Oleh karena itu diet plastik dengan memaksa konsumen untuk membayar kantung plastik merupakan langkah yang dianggap paling tepat untuk mengurangi jumlah sampah plastik yang dihasilkan oleh Indonesia dan juga untuk menjaga lingkungan dari sampah plastik.
Siapapun yang sepakat dengan kewarasan umum akan setuju untuk melindungi bumi dari bahaya sampah yang semakin tidak terkendali. Namun bukan berarti kebijakan ini tidak menyisakan pertanyaan atau bahkan polemik yang akan bergulir di masyarakat. Dalam tulisan ini, yang menjadi perhatian bukanlah mengenai harga yang harus dibayar oleh konsumen melainkan hal-hal yang terkait dengan urusan publik yang akan menyertai kebijakan ini.