Sunday, May 29, 2016

Nyai Ratu Kidul Hanya Rekayasa Politik

Judul                           : Nyai Ratu Kidul Hanya Rekayasa Politik
Bahasa                         : Indonesia
Penulis                         : Subagyo
Jumlah halaman          : 162 halaman



Nyai Ratu Kidul dipercaya dan diyakini keberadaannya, bahkan dipuja oleh masyarakat Jawa. Sumber otentik munculnya kisah Nyai Ratu Kidul berasal dari Keraton Jogjakarta. Hal itu dapat dimengerti, sebab kemunculan tokoh yang dipercaya sebagai Ratu penguasa Samudera Hindia atau Laut Kidul itu ternyata berkaitan dengan perjalanan spiritual Panembahan Senopati Sutowijoyo, raja Mataram Islam yang pertama. Ada beberapa penyebutan, untuk menyebut nama penguasa Laut Selatan Pulau Jawa (Samudera Hindia) yang dipercaya oleh masyarakat Jawa.  Nyi Roro Kidul, Nyai Roro Kidul, Nyi Loro Kidul, Nyai Loro Kidul, Nyi Ratu Kidul atau Nyai Ratu Kidul.

Thursday, April 21, 2016

PEMILIH PEMULA DALAM PILKADA

TUGAS 2
BAHASA INDONESIA 2
RISKA MAHARANI PUTRI
17113796
3KA11


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Pemilihan umum (Pemilu) adalah salah satu cara dalam sistem demokrasi untuk memilih wakil rakyat yang akan duduk di lembaga perwakilan rakyat. Selain itu pemilu merupakan bentuk pemenuhan hak asasi warga negara dibidang politik. Setiap wilayah memerlukan sosok pemimpin guna mewakili masyarakat dikawasannya. Calon pemimpin dipilih dengan berbagai kriteria, salah satunya mampu memajukan dan mensejahterakan rakyatnya. Adapun pemilihan kepala daerah (Pilkada) meliputi: Pemilihan Gubernur untuk tingkat Provinsi, pemilihan Walikota untuk tingkat Kota, dan pemilihan Bupati untuk tingkat Kabupaten. Proses pemilihan kepala daerah (pilkada) diselenggarakan 5 tahun sekali, dan dipilih secara langsung oleh masyarakat. Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan ritual politik 5 tahunan di Indonesia. Bentuknya bisa berupa pemilihan presiden, anggota legislatif -- DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. Juga wali kota, bupati, hingga gubernur.
Dari pelaksanaan agenda rutin ini, selalu saja yang menjadi pokok persoalan, sebelum hingga usai pelaksanaan, yakni Daftar Pemilih Tetap (DPT). Meski pemilih hanya dijadikan objek bukan subjek, namun keberadaan mereka sangatlah penting dalam setiap pemilu. Maka sangat wajar jika keputusan mengenai DPT selalu berlarut-larut. Bahkan usai pe milihan pun, DPT tetap saja dijadikan salah satu dasar pengajuan gugatan dari para calon yang kalah.
Sudah diketahui para pemilih yang merupakan warga negara berusia 17 tahun pada hari pemungutan suara atau sudah menikah serta tidak kehilangan hak pi lih. Karena itu, para calon pemimpin di daerah maupun di pusat, berlomba-lomba agar para pemilih potensial yang mereka miliki masuk dalam DPT. Dari pemilih tersebut, salah satu yang cukup signifikan yakni pemilih pemula atau para pemilih yang baru pertama kali mengikuti seremoni pemilihan 5 tahunan tersebut. Jika merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), diperkirakan angka pemilih pemula pada 2014 kemarin adalah mencapai 15 persen dari total pemilih.Karena itu,para calon berlomba-lomba berusaha merebut simpati para pemilih pemula.
Pemilih pemula usia SMA memang menjadi segmen yang unik, seringkali muncul kejutan dan menjadi kuantitas. Sebenarnya pemilih pemula bisa ditempatkan sebagai swing voters yang sesungguhnya. [emilih politik mereka belim dipengaruhi motivasi ideologis tertentu dan lebih didorong oleh konteks dinamika lingkungan politik lokal. Pemilih pemuda mudah dipengaruhi kepentingan-kepentingan tertentu, terutama oleh orang terdekat seperti anggota keluarga, mulai dari orang tua hingga kerabat. Kondisi tersebut tampak jika merunut perilaku pemilih pemula pada beberapa penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada). Hasil jajak pendapat pasca-pemungutan suara pada Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta (8 Agustus 2007), menunjukkan orangtua adalah yang paling memengaruhi pilihan para pemilih pemula. Teman dan saudara juga ikut memengaruhi namun dengan persentase yang lebih kecil (Litbang Kompas, 2007)

1.2  RUMUSAN MASALAH
Maka masalah pokok dapat dijabarkan menjadi masalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana proses sosialisasi pemilukada yang diselenggarakan KPU Provinsi DKI Jakarta kepada pemilih pemula?
2.      Hal apa yang dilakukan KPU dalam menghadapi pemilih pemula?

Wednesday, March 16, 2016

KANTONG PLASTIK, LINGKUNGAN dan PEMERINTAH



TUGAS BAHASA INDONESIA 2
RISKA MAHARANI PUTRI
17113796
3KA11


Indonesia punya kebijakan baru. Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional setiap tanggal 21 Februari, pemerintah mengeluarkan kebijakan melalui Surat Edaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor S.1230/PSLB3-PS/2016 Perihal Harga dan Mekanisme Penerapan Kantong Plastik Berbayar, berisi tentang ketentuan konsumen harus membayar Rp. 200,- termasuk PPN untuk setiap kantong plastik yang digunakan untuk membawa belanjaan dari toko modern, tapi ada beberapa kota yang masang tarif lebih, Jakarta misalnya memasang harga 5.000 rupiah per kantong plastik. Di Balikpapan, harganya 1.500 rupiah per kantong plastik.. Hal ini diberlakukan karena menurut data yang telah didapat dan diolah Indonesia adalah penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia setelah China. Oleh karena itu diet plastik dengan memaksa konsumen untuk membayar kantung plastik merupakan langkah yang dianggap paling tepat untuk mengurangi jumlah sampah plastik yang dihasilkan oleh Indonesia dan juga untuk menjaga lingkungan dari sampah plastik.
Siapapun yang sepakat dengan kewarasan umum akan setuju untuk melindungi bumi dari bahaya sampah yang semakin tidak terkendali. Namun bukan berarti kebijakan ini tidak menyisakan pertanyaan atau bahkan polemik yang akan bergulir di masyarakat. Dalam tulisan ini, yang menjadi perhatian bukanlah mengenai harga yang harus dibayar oleh konsumen melainkan hal-hal yang terkait dengan urusan publik yang akan menyertai kebijakan ini.

Monday, January 25, 2016

PROPOSAL PENULISAN ILMIAH “SISTEM PENGGAJIAN”

TUGAS BAHASA INDONESIA 1
RISKA MAHARANI PUTRI
17113796
3KA11


PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Penggajian merupakan proses yang penting sebuah perusahaan. Suatu perusahaan  atau toko sebaiknya dapat bekerja dengan cepat dan benar dengan tingkat ketelitian yang tinggi agar terus berjalan dan bertahan dalam persaingan yang kompetitif. Mulai dari pendataan karyawan sampai pada perhitungan gaji karyawan oleh bagian keuangan. Dengan menggunakan  sistem manual terdapat banyak kesalahan yang terjadi, antara lain : membutuhkan banyak waktu dan tenaga bila kita membutuhkan dokumen, adanya data yang terselip karena kurang terjaminnya keamanan data. Sehingga membutuhkan media penyimpanan yang cukup besar untuk dokumen tersebut.
Masalah ini juga dialami oleh toko Sahabat, toko masih menggunakan sistem manual dalam pencatatan data karyawan dan data penggajian. Sering terjadi berkas-berkas data anggota ataupun data penggajian terselip/ hilang serta membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencatat data karyawan ataupun penggajian. Salah satu alternatif yang dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan menerapkan sistem komputerisasi dalam suatu perusahaan atau toko untuk mengolah data gaji karyawan.

Sunday, January 3, 2016

Perencanaan Penulisan Karya Ilmiah

TUGAS BAHASA INDONESIA 1
RISKA MAHARANI PUTRI
17113796
3KA11

Untuk menghasilkan sebuah karya ilmiah yang bagus, seorang penulis harus terlebih dahulu merencanakannya dengan matang, berikut ini beberapa langkah dalam perencanaan penulisan ilmiah :
A.    Pemilihan Topik
Memilih topik berarti memilih apa yang akan menjadi pokok pembicaraan. Topik itu dapat diperoleh dari berbagai sumber yakni : pengalaman, pengamatan, pendapat dan khayalan. Topik-topik karya ilmiah banyak yang bersumber pada pengamatan, pengalaman dan penalaran.Istilah topik sering dikacaukan dengan tema.
Topik adalah medan atau lapangan masalah yang akan digarap dalam karya tulis atau penelitian. Tema adalah pernyataan sentral atau pernyataan inti tentang topik yang akan ditulis. Tema sifatnya masih hipotesis yang masih hipotesis yang masih memerlukan pembinaan atau penolakan dengan cara penelitian. Dalam memilih topik karya ilmiah, terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan :
·         topik yang dipilih hendaknya menarik untuk dikaji.
·         topik jangan terlalu luas dan terlalu sempit.
·         topik yang dipilih sesuai dengan mminat dan kemampuan penulis.
·         topik yang dikaji hendaknya ada manfaatnya untuk menambah ilmu pengetahuan atau berkaitan dengan profesi.