Thursday, June 15, 2017

TUGAS VCLASS PPSI

1.             Latar belakang
Perkembangan teknologi yang sangat pesat dapat berpengaruh pada bidang pendidikan. Seiring berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan tersebut, informasi bisa didapatkan dengan mudah, bahkan dapat ditampilkan dalam bentuk visual. Perkembangan teknologi mobile device yang didukung oleh sistem operasi Android mendukung implementasi berbagai teknologi. Dengan adanya perkembangan aplikasi, mobile device menjadi salah satu penunjang edukasi.
       Perkembangan teknologi akan memengaruhi peningkatan penggunaan perangkat teknologi, seperti smartphone dan tablet. Hasil temuan riset Indonesia Smartphone Consumer Insight pada Mei 2013 yang dilakukan lembaga riset global Nielsen menunjukkan per hari rata-rata orang Indonesia memanfaatkan smartphone selama 189 menit setara 3 jam 15 menit dengan penggunaan dominan untuk social media dan rich media. Aktivitas paling tinggi yaitu chatting dengan persentase mencapai 90%, pencarian 71%, jejaring 64%, blogging / forum 41%, App Store 32%, video on demand 27%, sharing konten 26%, hiburan 25%, berita 24% dan webmail 17%. Riset yang dilansir Nielsen, Selasa 30 Juli 2013 ini juga mengukur aktivitas puncak pengguna smartphone di Indonesia, yang terjadi pada siang hari. Aktivitas yang diukur yakni browsing, chatting, multimedia, game, jejaring sosial dan App Store. Hal ini sangat disayangkan mengingat perkembangan teknologi tersebut sebenarnya dapat membantu aktivitas belajar.
       Teknologi augmented reality (AR) merupakan teknologi yang mengubah objek virtual dua dimensi (2D) menjadi objek nyata tiga dimensi (3D). Pemanfaatannya dalam berbagai bidang, khususnya bidang pendidikan, dapat membantu meningkatkan minat belajar siswa karena pada umumnya media yang digunakan untuk belajar selama ini adalah buku cetak yang hanya berisi tulisan dan gambar dua dimensi.
       Metode pendidikan yang digunakan saat ini untuk penggambaran anatomi yang kompleks masih kurang memadai karena biasanya metode pembelajaran hanya melalui gambar dua dimensi. Materi pembelajaran yang tersedia pada buku dan alat peraga anatomi belum cukup memadai untuk mempelajari anatomi tubuh.
       Dilihat dari permasalahan tersebut, penulis ingin membuat aplikasi pembelajaran menggunakan teknologi Augmented reality yang akan diimplementasikan pada mobile device berbasis Android. Objek 3D yang ditampilkan adalah anatomi rangka manusia yang akan menampilkan bagian-bagian dari tulang penyusun tubuh manusia dan kelainan pada tulang belakang. Pemanfaatan teknologi augmented reality dan Android seperti ini diharapkan dapat membantu proses pembelajaran anatomi rangka dan kelainan pada tulang belakang manusia.

2.        Batasan masalah
       Batasan masalah dari Tulisan Ilmiah ini adalah menampilkan anatomi sistem rangka, yaitu rangka manusia, tengkorak, tulang dada dan rusuk, tulang belakang, tulang gerak atas, tulang gerak bawah dan gelang panggul. Serta menampilkan kelainan pada tulang belakang, yaitu lordosis, kifosis, dan skoliosis. Aplikasi akan diimplementasikan pada perangkat mobile device dengan sistem operasi Android. Aplikasi tersebut dirancang menggunakan augmented reality (AR).

3.        Tujuan
Tujuan dari penulisan ilmiah ini adalah membuat aplikasi yang dapat memvisualisasikan anatomi rangka manusia dan kelainan pada tulang belakang dengan teknologi augmented reality pada mobile device berbasis Android sebagai media pembelajaran yang efektif dan menyenangkan bagi siswa sekolah.

4.        Kekurangan
Kekurangan pada aplikasi yang telah dibuat adalah:
1.        tampilan interface yang tidak sesuai pada smartphone beresolusi rendah atau ukuran layar yang kecil.
2.        Aplikasi ini juga memerlukan smartphone dengan spesifikasi yang cukup bagus agar berjalan dengan baik.
3.        Tampilan masih sederhana

4.        Objek yang banyak menyebabkan loading lama

5.        Materi yang diberikan sedikit

Wednesday, June 14, 2017

Estimasi dan Cocomo

ditulis sebagai jawaban vclass matakuliah PPSI

ESTIMASI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Estimasi adalah perkiraan, penilaian atau pendapat. Estimasi adalah suatu metode dimana kita dapat memperkirakan nilai dari suatu populasi dengan menggunakan nilai dari sampel. Estimator adalah nilai pendugaan/suatu data statistik, sebagai sampel yang digunakan untuk mengisi suatu parameter.

PENGENALAN CONSTRUCTIVE COST MODEL (COCOMO)
COCOMO adalah singkatan dari Constructive Cost Model yang merupakan sebuah kombinasi dari estimasi parameter persamaan dan metode pembobotan. Satu hasil observasi yang paling penting dalam model ini adalah bahwa motivasi dari tiap orang yang terlibat ditempatkan sebagai titik berat. Hal ini menunjukkan bahwa kepemimpinan dan kerja sama tim merupakan sesuatu yang penting, namun demikian poin pada bagian ini sering diabaikan.COCOMO adalah model terbuka, sehingga semua detail dipublikasikan, termasuk : dasar persamaan perkiraan biaya, Setiap asumsi yang dibuat dalam model, Setiap definisi, serta Biaya yang disertakan dalam perkiraan dinyatakan secara eksplisit.

Sejarah Singkat Constructive Cost Model (COCOMO)
COCOMO pertama kali diterbitkan pada tahun 1981 Barry Boehm W.'s Book ekonomi Software engineering sebagai model untuk memperkirakan usaha, biaya, dan jadwal untuk proyek-proyek perangkat lunak. Ini menarik pada studi dari 63 proyek di TRW Aerospace mana Barry Boehm adalah Direktur Riset dan Teknologi Perangkat Lunak pada tahun 1981. Penelitian ini memeriksa proyek-proyek ukuran mulai dari 2.000 sampai 100.000 baris kode, dan bahasa pemrograman mulai dari perakitan untuk PL / I. Proyek-proyek ini didasarkan pada model pengembangan perangkat lunak waterfall yang merupakan proses software umum pembangunan di 1981.

Jenis-Jenis Constructive Cost Model (COCOMO)
Terdapat jenis-jenis COCOMO yang saat ini masih digunakan dalam perkembangan software engineering untuk memperkirakan usaha, biaya, dan jadwal untuk proyeknya. Diantaranya sebagai berikut:
A.     Model Dasar COCOMO (Basic COCOMO)
Jenis Dasar COCOMO menggunakan estimasi parameter persamaan (dibedakan menurut tipe sistem yang berbeda) upaya pengembangan dan pembangunan durasi dihitung berdasarkan perkiraan DSI. Dengan rincian untuk fase ini diwujudkan dalam persentase. Dalam hubungan ini dibedakan menurut tipe sistem (organik-batch, sebagian bersambung-on-line, embedded-real-time) dan ukuran proyek (kecil, menengah, sedang, besar, sangat besar).
Model COCOMO dapat diaplikasikan dalam tiga tingkatan kelas:
·         Proyek organik (organic mode) Adalah proyek dengan ukuran relatif kecil, dengan anggota tim yang sudah berpengalaman, dan mampu bekerja pada permintaan yang relatif fleksibel.
·         Proyek sedang (semi-detached mode) Merupakan proyek yang memiliki ukuran dan tingkat kerumitan yang sedang, dan tiap anggota tim memiliki tingkat keahlian yang berbeda.
·         Proyek terintegrasi (embedded mode)Proyek yang dibangun dengan spesifikasi dan operasi yang ketat.
Model COCOMO dasar ditunjukkan dalam persamaan berikut ini:
model persamaan cocomo
Keterangan:
E =besarnya usaha (orang-bulan)
D = lama waktu pengerjaan (bulan)
KLOC = estimasi jumlah baris kode (ribuan)
P = jumlah orang yang diperlukan.

B.     Model COCOMO Lanjut (Intermidate COCOMO)
Pengembangan model COCOMO ini dengan menambahkan atribut yang dapat menentukan jumlah biaya dan tenaga dalam pengembangan perangkat lunak, yang dijabarkan dalam kategori dan subkatagori sebagai berikut:
·         Atribut produk (product attributes)
Kategori ini terdiri dari sub kategori antara lain: Reliabilitas perangkat lunak yang diperlukan (RELY), Ukuran basis data aplikasi (DATA), serta Kompleksitas produk (CPLX).
·         Atribut perangkat keras (computer attributes)
Kategori ini terdiri dari sub kategori : Waktu eksekusi program ketika dijalankan (TIME), Memori yang dipakai (STOR), Kecepatan mesin virtual (VIRT), Waktu yang diperlukan untuk mengeksekusi perintah (TURN).
·         Atribut sumber daya manusia (personnel attributes)
Kategori ini berisikan sub kategori Kemampuan analisis (ACAP), Kemampuan ahli perangkat lunak (PCAP), Pengalaman membuat aplikasi (AEXP), Pengalaman penggunaan mesin virtual (VEXP), Pengalaman dalam menggunakan bahasa pemrograman (LEXP)
·         Atribut proyek (project attributes)
Mempunyai sub kategori antara lain: Penggunaan sistem pemrograman modern(MODP), Penggunaan perangkat lunak (TOOL), Jadwal pengembangan yang diperlukan (SCED).

C.     Model COCOMO II (Complete atau Detailed COCOMO Model)
Pada awal desainnya terdiri dari 7 bobot pengali yang relevan dan kemudian menjadi 16 yang dapat digunakan pada arsitektur terbarunya. Sama seperti COCOMO Intermediate (COCOMO81), masing-masing sub katagori bisa digunakan untuk aplikasi tertentu pada kondisi very low, low, manual, nominal, high maupun very high.
Masing-masing kondisi memiliki nilai bobot tertentu. Nilai yang lebih besar dari 1 menunjukkan usaha pengembangan yang meningkat, sedangkan nilai di bawah 1 menyebabkan usaha yang menurun. Kondisi Laju nominal (1) berarti bobot pengali tidak berpengaruh pada estimasi. Maksud dari bobot yang digunakan dalam COCOMO II, harus dimasukkan dan direfisikan di kemudian hari sebagai detail dari proyek aktual yang ditambahkan dalam database.

Sumber :


Tuesday, June 13, 2017

White box dan Black box Testing

Programmer menguji modul dengan menetapkan lingkungan yang tepat, menyediakan beberapa input, membiarkan modul langsung memproses secara logik dan mendapatkan hasilnya. Beberapa input mungkin tidak sebenarnya, terutama jika modul tersebut tidak menyediakan input yang sebenarnya. Modul seharusnya diuji dalam dua tahap, yaitu :
1.      White Box Testing :
Pengujian yang didasarkan pada detail prosedur dan alur logika kode program. Pada kegiatan whitebox testing, tester melihat source code program dan menemukan bugs dari kode program yang diuji. Intinya whitebox testing adalah pengujian yang dilakukan sampai kepada detail pengecekan kode program.
Kegiatan Tester : melihat kode program -> membuat test case untuk mencari kesalahan / bugs / error dari kode program yang dibuat oleh programmer

2.      Black Box Testing : Pengujian yang didasarkan pada detail aplikasi seperti tampilan aplikasi, fungsi-fungsi yang ada pada aplikasi, dan kesesuaian alur fungsi dengan bisnis proses yang diinginkan oleh customer. Pengujian ini tidak melihat dan menguji souce code program.
Kegiatan Tester :
·         membuat test case untuk menguji fungsi-fungsi yang ada pada aplikasi
·         membuat test case untuk menguji kesesuaian alur kerja suatu fungsi di aplikasi dengan requirement yang dibutuhkan customer untuk fungsi tersebut
·         mencari bugs / error dari tampilan (interface) aplikasi



referensi : http://scdc.binus.ac.id/himsisfo/2016/10/perbedaan-white-box-testing-dan-black-box-testing/

Wednesday, January 25, 2017

Manajemen Kontrol Programming - Testing Program 2

Riska Maharani Putri / 17113796 / 4KA11
Jawaban V-Class matakuliah Analisis Kinerja Sistem (Testing Program 2)

Kapan dan berikan contoh melakukan Bottom-up Test ?
Sebagai contoh, misalkan manajer investasi memperkirakan akan terjadi penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Manajer investasi dengan pendekatan bottom-up berfofus pada pemilihan saham berdasarkan analisa mendalam atas masing-masing emiten saham. Dengan pendekatan ini, manajer investasi berusaha menemukan emiten dengan prospek yang bagus, terlepas dari sektor.industrinya ataupun faktor-faktor makroekonomi. Akan tetapi, kriteria yang menentukan apakah suatu emiten memiliki prospek yang baik mungkin berbeda-beda dari satu manajer investasi ke yang lainnya. Ada yang mencari emiten dengan tingkat pertumbuhan laba (earnings growth) yang tinggi, sementara yang lainnya mungkin menggangap emiten dengan rasio PER yang rendahlah yang menarik. Dalam pendekatan bottom-up manajer investasi akan membandungkan satu emiten dengan emiten lainnya berrdasarkan faktor-faktor fundamental dari masing-masing emiten. Sejauh emitennya dinilai memiliki fundamental yang kuat, siklus bisnis ataupun kondisi industri secara keseluruhan tidaklah terlalu penting. pemilihan saham dengan pendekatan bottom-up mengesampingkan analisa ekonomi dan siklus pasar. Pendekatan bottom-up berfokus pada analisa atas masing-masing saham. Dengan pendekatan ini, manajer investasi tidak memfokuskan perhatiannya pada sektor industri atau kondisi perekonomian secara keseluruhan, melainkan pada satu-persatu emiten.

Manajemen Kontrol Programming - Testing Program 1

Riska Maharani Putri / 17113796 / 4KA11
Jawaban V-Class matakuliah Analisis Kinerja Sistem (Testing Program 1)

Pendekatan top-down merupakan analisa "gambaran secara garis besar" (the big picture). Dengan pendekatan ini, manajer investasi menganalisa kondisi makroekonomi dan kemudian berdasarkan analisanya tersebut ia kemudian memperkirakan sektor atau industri mana saja yang akan menghasilkan imbal hasil terbaik dalam kondisi makroekonomi tersebut. Setelah memilih sektor-sektor unggulan, manajer investasi kemudian akan menganalisa emiten-emiten yang terdapat dalam sektor-sektor unggulan tersebut dan memilih mana yang terbaik. Hasilnya adalah saham-saham unggulan yang akan dimasukkan ke dalam keranjang investasi/portofolio. Sebagai contoh, misalkan manajer investasi memperkirakan akan terjadi penurunan suku bunga dalam waktu dekat. Dengan pendekatan top-down, maka sektor perbankan dan properti akan terpengaruh karena kenaikan suku bunga pada gilirannya akan berpengaruh pada pendapatan perbankan (penurunan suku bunga membuat tingkat bunga kredit turun sehingga menggairahkan penyaluran kredit perbankan) dan perusahaan properti (penurunan bunga KPR akan meningkatkan volume penjualan properti). Dengan demikian, sektor perbankan dan properti menjadi sektor unggulan, sehingga kemudian manajer investasi akan menelaah lebih lanjut emiten/saham yang ada di sektor tersebut. Pemilihan saham dengan pendekatan top-down berangkat dari analisa tren makroekonomi secara keseluruhan yang kemudian mengerucut ke analisa sektor/industri sebelumnya akhirnya bermuara pada analisa emiten/saham.

Saturday, January 14, 2017

Komputer Forensik: Melacak Kejahatan Digital

Kelompok 7:
Annisa Mutia
Fitriani Lestari
Riska Maharani Putri
Tiarawati MJ
Triani Oktavia
----------------------------------------------------------------------------------------
----------------------------------------------------------------------------------------
Kategori(Sub)            : Komputer (Internet)
ISBN                           : 978-979-29-5297-1
Penulis                        : Feri Sulianta
Judul                           : Komputer Forensik: Melacak Kejahatan Digital
Ukuran⁄Halaman         : 14x21 cm² ⁄ viii+280 halaman
Edisi⁄Cetakan             : I, 1st Published
Tahun Terbit               : 2016
Berat                           : 317 gram
Harga                          : Rp 65.000,-


Rangkuman Bab 7 & Bab 8
Pelatihan profesi yang dikenal dengan Seized Computer Evidence Recovery Specialist (SCERS). SCERS adalah program training yang diadakan oleh The Federal Law Enforcement Training Centers (FLETC) mengajarkan dasar dan teknik komputer forensik untuk menganalisisdata digital pada komputer desktop dan perangkat komputer tertentu
Training material yang dipelajari mencakup berbagai macam hardware, software, peralatan lain termasuk buku. Berbagai software utilitas komputer forensik orisinal diberikan perangkat lunak yang kompatibel dengan sistem operasi populer.
Training bisa dilakukan secara online, banyak pengetahuan yang bisa didapatkan melalui internet. Beberapa website training online komputer forensik populer yang dapat dieksplorasi diantaranya:
·         Website NTI – Computer Forensics and Security Training
·         Website NWC3 (National White Collar Crime Center)
·         Website SANS Institute – Training by Course
·         Website InfoSec Institute
·         Website MIS – Training Institute
·         Website Foundstone
·         Website Computer Forensics – Training
·         Website Computer Forensics Training Center Online

Thursday, January 12, 2017

AUDIT TOOLS

ditulis sebagai jawaban V-Class matakuliah Analisis Kinerja Sistem

Selain Cobit tools yang dapat digunakan untuk membantu pelaksanaan Audit Teknologi Informasi, berikut beberapa software yang dapat dijadikan alat bantu dalam pelaksanaan audit teknologi informasi
1.      ACL
ACL (Audit Command Language) merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) yang sudah sangat populer untuk melakukan analisa terhadap data dari berbagai macam sumber. ACL for Windows (sering disebut ACL) adalah sebuah software TABK (TEKNIK AUDIT BERBASIS KOMPUTER) untuk membantu auditor dalam melakukan pemeriksaan di lingkungan sistem informasi berbasis komputer atau Pemrosesan Data Elektronik.
2.      Picalo
Picalo merupakan sebuah software CAAT (Computer Assisted Audit Techniques) seperti halnya ACL yang dapat dipergunakan untuk menganalisa data dari berbagai macam sumber.Picalo bekerja dengan menggunakan GUI Front end, dan memiliki banyak fitur untuk ETL sebagai proses utama dalam mengekstrak dan membuka data, kelebihan utamanya adalah fleksibilitas dan front end yang baik hingga Librari Python numerik.
3.      Powertech Compliance Assessment
Powertech Compliance Assessment merupakan automated audit tool yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark user access to data, public authority to libraries, user security, system security, system auditing dan administrator rights (special authority) sebuah serverAS/400.
4.      Nipper
Nipper merupakan audit automation software yang dapat dipergunakan untuk mengaudit dan mem-benchmark konfigurasi sebuah router.
Nipper (Jaringan Infrastruktur Parser) adalah alat berbasis open source untuk membantu profesional TI dalam mengaudit, konfigurasi dan mengelolajaringan komputer dan perangkat jaringan infrastruktur. 
5.      Wireshark

Wireshark merupakan aplikasi analisa netwrok protokol paling digunakan di dunia, Wireshark bisa mengcapture data dan secara interaktif menelusuri lalu lintas yang berjalan pada jaringan komputer, berstandartkan de facto dibanyak industri dan lembaga pendidikan.

Control Objective for Information and related Technology (COBIT)

ditulis sebagai jawaban V-Class matakuliah Analisis Kinerja Sistem.

COBIT merupakan kerangka panduan tata kelola TI (toolset) pendukung yang bisa digunakan untuk menjembatani gap antara kebutuhan dan bagaimana teknis pelaksanaan pemenuhan kebutuhan tersebut dalam suatu organisasi. Cobit berorientasi proses, yang mana secara praktis Cobit dijadikan suatu standar panduan untuk membantu mengelola suatu organisasi mencapai tujuannya dengan memanfaatkan TI. Cobit dikeluarkan dan disusun oleh IT Governance Institute yang merupakan bagian dari ISACA pada tahun 1996.
COBIT bermanfaat bagi manajemen untuk membantu menyeimbangkan antara resiko dan investasi pengendalian dalam sebuah lingkungan IT yang sering tidak dapat diprediksi. Bagi user, ini menjadi sangat berguna untuk memperoleh keyakinan atas layanan keamanan dan pengendalian IT yang disediakan oleh pihak internal atau pihak ketiga. Sedangkan bagi Auditor untuk mendukung atau memperkuat opini yang dihasilkan dan memberikan saran kepada manajemen atas pengendalian internal yang ada. Untuk memenuhi tujuan bisnis, informasi perlu memenuhi kriteria tertentu, adapun 7 kriteria informasi yang menjadi perhatian COBIT, yaitu sebagai berikut:
·         Effectiveness (Efektivitas). Informasi yang diperoleh harus relevan dan berkaitan dengan proses bisnis, konsisten dapat dipercaya, dan tepat waktu.
·         Effeciency (Efisiensi). Penyediaan informasi melalui penggunaan sumber daya (yang paling produktif dan ekonomis) yang optimal.
·         Confidentially (Kerahasiaan). Berkaitan dengan proteksi pada informasi penting dari pihak-pihak yang tidak memiliki hak otorisasi/tidak berwenang.
·         Intergrity (Integritas). Berkaitan dengan keakuratan dan kelengkapan data/informasi dan tingkat validitas yang sesuai dengan ekspetasi dan nilai bisnis.
·         Availability (Ketersediaan). Fokus terhadap ketersediaan data/informasi ketika diperlukan dalam proses bisnis, baik sekarang maupun dimasa yang akan datang. Ini juga terkait dengan pengamanan atas sumber daya yang diperlukan dan terkait.
·         Compliance (Kepatuhan). Pemenuhan data/informasi yang sesuai dengan ketentuan hukum, peraturan, dan rencana perjanjian/kontrak untuk proses bisnis.
·         Reliability (Handal). Fokus pada pemberian informasi yang tepat bagi manajemen untuk mengoperasikan perusahaan dan pemenuhan kewajiban mereka untuk membuat laporan keuangan.
Berdasarkan IT Governance Institute (2012), Framework COBIT disusun dengan karakteristik yang berfokus pada bisnis (bussiness focused). Pada edisi keempatnya ini, COBIT Framework terdiri dari 34 high level control objectives dan kemudian mengelompokan proses tersebut menjadi 4 domain, keempat domain tersebut antara lain: Plannig and Organization, Acquisition and Implementation, Delivery and Support, dan Monitoring and Evaluation:
·         Planing and Organization (Perencanaan dan Organisasi). Mencakup strategi, taktik dan identifikasi kontribusi terbaik TI demi pencapaian tujuan organisasi.
·         Acquire and Implement (Pengadaan dan Implementasi). Untuk merealisasikan strategi TI, perlu dilakukan pengidentifikasian, pengembangan dan perolehan solusi TI, sesuai dengan yang akan diimplementasikan dan diintegrasikan ke dalam proses bisnis. 
·         Delivery and Support (Pengiriman Layanan dan Dukungan). Domain ini fokus terhadap penyampaian jasa yang sesungguhnya diperlukan, termasuk penyediaan layanan, manajemen keamanan dan kontinuitasnya, jasa dukungan kepada user dan manajemen data dan fasilitas operasi. 

Referensi :


Monday, October 17, 2016

BIOGRAFI AKIO MORITA

TUGAS 2 TELEMATIKA
RISKA MAHARANI PUTRI
17113796
4KA11


Tokoh satu ini dikenal sebagai pendiri perusahaan Sony yang merupakan perusahaan elektronik terkemuka di Dunia. Ia lahir pada tanggal 26 Januari 1921, di kota Nagoya, dari sebuah keluarga pembuat sake (bir khas jepang). Setelah lulus dari Sekolah Tinggi, ia memasuki Departemen Fisika di Osaka Imperial University.
Ketika ia kembali ke rumah keluarga di Nagoya setelah perang, Akio Morita diundang untuk bergabung dengan fakultas Tokyo Institute of Technology oleh salah satu profesor. Berdirinya Perusahaan Sony
Pada tanggal 7 Mei 1946, Ibuka dan Morita mendirikan Tokyo Tsushin Kogyo KK (Tokyo Telecommunications Engineering Corporation) dengan sekitar 20 karyawan dan modal awal 190.000 ¥. Pada waktu itu, Ibuka telah berumur 38 tahun dan Morita 25 tahun.

Jenis dan Fitur Telematika



TUGAS 2 TELEMATIKA
RISKA MAHARANI PUTRI
17113796
4KA11

JENIS-JENIS LAYANAN TELEMATIKA
1.      Layanan Telematika di Bidang Informasi
Wartel dan Warnet memainkan peranan penting dalam masyarakat. Warung Telekomunikasi dan Warung Internet ini secara berkelanjutan memperluas jangkauan pelayanan telepon dan internet, baik di daerah kota maupun di desa, bagi pelanggan yang tidak memiliki akses sendiri di tempat tinggal atau di tempat kerjanya. Oleh karena itu langkah-langkah lebih lanjut untuk mendorong pertumbuhan jangkauan dan kandungan informasi pelayanan publik, memperluas pelayanan kesehatan dan pendidikan, mengembangkan sentra – sentra pelayanan masyarakat perkotaan dan pedesaan, serta menyediakan layanan “e-commerce” bagi usaha kecil dan menengah, sangat diperlukan. Dengan demikian akan terbentuk balai – balai informasi. Untuk melayani lokasi – lokasi yang tidak terjangkau oleh masyarakat.
2.      Layanan Telematika dibidang Keamanan
Layanan ini menyediakan fasilitas untuk memantau dan memberikan informasi bila ada sesuatu yang berjalan tidak seharusnya. Layanan ini dapat mengurangi tingkat pencurian dan kejahatan. Seperti contohnya dengan menggunakan Firewall dan juga anti virus yang ada.
a.       navigation assistant
b.      weather,stock information
c.       entertainment and M-commerce.
d.      penggunaan Firewall dan Antivirus
e.       Layanan Context Aware dan Event-Based
Context-awareness adalah kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu. Beberapa konteks yang dapat digunakan antara lain lokasi user, data dasar user, berbagai preferensi user, jenis dan kemampuan terminal yang digunakan user.
3.      Layanan Perbaikan Sumber
Layanan perbaikan sumber yang dimaksud adalah layanan perbaikan dalam sumber daya manusia (SDM). SDM telematika adalah orang yang melakukan aktivitas yang berhubungan dengan telekomunikasi, media, dan informatika sebagai pengelola, pengembang, pendidik, dan pengguna di lingkungan pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat pada umumnya.

Monday, October 10, 2016

TELEMATIKA

TUGAS 1
RISKA MAHARANI PUTRI
17113796
4KA11
==================================================================

 DEFINISI TELEMATIKA


Telematika merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya adalah “Telematique” yang kurang lebih dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Telematika kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi telekomunikasi, media dan informatika. Sehingga sering dikatakan  bahwa telematika merupakan kependekan dari TELEkomunikasi, MultimediA dan informaTIKA. Para praktisi mengatakan bahwa Telematics merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “Telecommunication and Informatics” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital. Dalam wikipedia disebutkan bahwa Telematics juga sering disebut dengan ICT (Information and Communications Technology).
sumber :
http://www.aptika.kominfo.go.id/index.php/artikel/65-telematika-dan-informatika-di-indonesia

TELEMATIKA

TUGAS 1
RISKA MAHARANI PUTRI
17113796
4KA11
============================================================

 DEFINISI TELEMATIKA


Telematika merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya adalah “Telematique” yang kurang lebih dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Telematika kemudian merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi telekomunikasi, media dan informatika. Sehingga sering dikatakan  bahwa telematika merupakan kependekan dari TELEkomunikasi, MultimediA dan informaTIKA. Para praktisi mengatakan bahwa Telematics merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “Telecommunication and Informatics” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication. Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital. Dalam wikipedia disebutkan bahwa Telematics juga sering disebut dengan ICT (Information and Communications Technology).
sumber :
http://www.aptika.kominfo.go.id/index.php/artikel/65-telematika-dan-informatika-di-indonesia

Wednesday, June 29, 2016

Kebahagiaan Martabak

Cerita ini ditulis berdasarkan pengalaman teman saya yang diceritakan beberapa bulan lalu dan ditulis untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia 2.


Malam itu udara Bogor dingin sekali, di perjalanan pulang menuju rumah saya, ada satu gerobak yang masih terang benderang, menyala, dengan mas-mas kece yang kemudian saya ketahui bernama Mukhlis, si Empunya Gerobak. dari kejauhan saya tau bahwa dia menjual martabak, kenapa? karna ada Tulisan MARTABAK, tertera dengan ukuran besar di bagian luar Gerobaknya.
Perlu anda ketahui bahwa saya agak sok akrab dengan siapapun, termasuk dengan mas Mukhlis yang saat itu belum saya kenal, saya memarkir motor saya di depan Gerobaknya dan kemudian bertanya dengan lemah lembut padanya, "belum habis kan mas?"
Dia menjawab dengan gaya yang lebih lemah dan lembut "masih mas". Sungguh kaget bukan main, Badannya Tegap, Tinggi Menjulang, tapi timbre suaranya seperti Syahrini. Dunia ini memang penuh sandiwara. Ternyata dia tidak sesangar dada bidangnya, dari situlah kemudian saya mulai berani untuk bertanya lebih jauh dan mengenalnya.
"buka sampai jam berapa mas?" tanya saya
"sampai jam 11 mas" jawaban yang dingin

Sunday, May 29, 2016

Total Success : Jangan Mau Jadi Orang Biasa Jika Bisa Jadi Luar Biasa

JUDUL BUKU           : Total Success
PENULIS                   : Abu Mufidah & J. Hariyadi
PENERBIT                 : QultumMedia
TEBAL BUKU          : 264 Halaman
DIMENSI BUKU      : 14x21 cm
HARGA                     : Rp. 74.000,-


Menjadi sukses adalah impian setiap orang. Memiliki harapan dan impian merupakan hal yang wajar dan dapat membuat semangat untuk menjalani kehidupan. Tapi tahukah Anda bagaimana mewujudkannya?
Buku ini mengajak pembaca untuk mengenali diri sendiri dan memikirkan nasib atau masa depan kita sebagai manusia yang ditakdirkan untuk menjadi seorang pemimpin. Pilihan kitalah yang menentukan masa depan. Ada tiga bagian penting yang akan dibahas dan semuanya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Bagian pertama pembaca akan diajak mengubah cara pandang hidup yang selama ini membuat kita terbelenggu. Cara berpikir yang positif, terbuka dan mau menerima kritik atau masukan dari orang lain akan membantu menambah wawasan berpikir. Oleh debab itu, kita perlu belajar cara mengubah pandangan hidup dari sisi yang positif.
Bagian kedua, pembaca akan diajak untuk mengenali diri sendiri. Bagaimana mungkin kita bisa maju jika tidak mengenal diri sendiri dan tidak memiliki kemampuan yang bisa diandalkan? Kita harus memiliki senjata dalam mengarungi kehidupan. Senjata itu tersimpan dalam diri kita sendiri, sehingga bisa memanfaatkan sebagian pegangan dalam meraih kesuksesan hidup.

Bagian ketiga dalam buku ini akan mengajak pembaca untuk berbuat sesuatu dalam mewujudkan apa yang menjadi harapan dan impian hidup. Bermimpi saja tidak cukup, harus dilakukan aksi. Lakukan sesuatu yang dapat mengubah diri kita. Buku ini sangat membantu dalam mengembangkan dan memotivasi diri.